keinginan vs kemauan edi eksplorasidiri

Hati-hati, Keinginan Besar Tanpa Kemauan Kuat Cuma Bikin Kamu Galau!

Orang yang memiliki keinginan wajib memiliki kemauan, dan keduanya harus seimbang.
Jika tidak seimbang, maka akan terjadi kepincangan atau ketidaksinkronan, dan hasil yang dicapai pun jauh dari harapan.

Bayangkan seseorang memiliki keinginan yang sangat besar, namun kemauannya untuk menjalankannya hanya setengah-setengah. Sudah dapat dipastikan, perjalanan menuju garis finis keberhasilan akan terasa sangat berat. Ini sama saja dengan ungkapan, “besar pasak daripada tiang” atau “keinginan besar, tenaga kurang.”

Keinginan itu ibarat tujuan—seperti kota yang ingin kita tuju.
Sedangkan kemauan adalah mesinnya.

Bagaimana mungkin bisa sampai dengan cepat jika mesinnya tidak prima?
Bagaimana mau berjalan jauh jika mesinnya rusak atau tidak pernah dirawat?

Karena itu, keinginan dan kemauan harus sinkron dan padu, berjalan searah dan saling menguatkan. Jangan sampai keinginannya besar, tetapi kemauannya kecil—dijamin akan gagal sebelum sampai tujuan.

Di sinilah pentingnya menyelaraskan antara keinginan dan kemauan. Jika keduanya sama besar dan saling mengisi, maka jalan menuju tujuan akan jauh lebih mudah. Bahkan, akan lebih baik lagi jika kemauan dibuat lebih besar daripada keinginan, karena keberhasilan akan terasa lebih ringan untuk diraih.

Saat ini, banyak generasi yang memiliki keinginan luar biasa besar, tetapi kemauannya lemah. Akibatnya, mudah menyerah, cepat galau, dan gampang menyebarkan “virus cengeng”. Semua itu terjadi karena keinginan dan kemauan tidak sebanding.

Setiap orang pasti memiliki keinginan:

  • Ingin hebat dalam bidang tertentu
  • Ingin hidup lebih nikmat
  • Ingin kaya raya
  • Ingin menjadi pengusaha sukses
  • Ingin menjadi pejabat
  • Ingin menduduki jabatan tertinggi
  • Ingin menjadi bintang di sekolah
  • Ingin lulus dengan predikat cum laude
  • Ingin mendapatkan pasangan idaman
  • Ingin masalah cepat selesai

Dan masih banyak lagi keinginan lain yang berbeda-beda, sesuai dengan kepribadian dan harapan masing-masing.

Pertanyaannya adalah:
Apakah semua itu bisa tercapai tanpa kerja keras?
Tanpa kerja cerdas?
Tanpa usaha maksimal?
Tanpa proses step by step?

Tidak ada yang gratis.
Tidak ada yang cuma-cuma.

Semua keinginan hanya bisa diraih dengan usaha nyata, strategi yang tepat, dan kemauan yang sungguh-sungguh. Maka cobalah bercermin pada diri sendiri: apakah keinginan yang dimiliki sudah sebanding dengan kemauan yang dijalankan?

Jika belum, jangan protes. Jangan mengeluh. Jangan menyalahkan keadaan.
Cara terbaik adalah mengukur diri sendiri: apakah kemauan yang selama ini dilakukan sudah benar-benar maksimal?

Jika belum, maka maksimalkan. Bahkan buat kemauan itu lebih bertenaga daripada keinginan—agar memiliki daya dorong dan daya dobrak yang kuat.

Orang yang sungguh-sungguh memiliki keinginan, pasti akan menyiapkan segala sesuatunya untuk mencapainya. Bukan hanya bermimpi tanpa persiapan. Jika hari ini kita punya keinginan tetapi tidak menyiapkan apa pun, maka itu bukan tujuan—melainkan sekadar angan-angan yang perlahan akan menguap.

Lalu, bagaimana menumbuhkan kemauan agar menjadi bagian dari diri kita?

Kemauan yang tinggi wajib diterapkan jika ingin keberhasilan terwujud. Namun, ada beberapa penyakit yang sering melemahkan kemauan, di antaranya:

  • Rasa malas
  • Kurang percaya diri
  • Tidak yakin pada diri sendiri
  • Semangat yang rendah
  • Lemahnya komitmen
  • Tidak konsisten untuk terus maju

Hampir semua orang pernah mengalaminya. Lalu bagaimana menyiasatinya?

Mulailah dengan membuat komitmen pada diri sendiri bahwa setiap keinginan harus ditopang oleh kemauan kuat untuk mengubah sisi negatif dalam diri. Setelah itu, lakukan perubahan tersebut secara konsisten.

Ubah pribadi negatif menjadi pribadi positif.
Perubahan inilah yang akan mempercepat tercapainya keinginan.

Hal paling utama agar keinginan terwujud adalah modal kemauan yang sangat kuat. Kemauan merupakan tenaga penggerak dari dalam diri—sebuah kehendak yang terarah pada tujuan tertentu.

Jika penggeraknya lemah, maka peluang keberhasilan pun kecil. Karena itu, perbesar penggerakmu. Maksimalkan kemauanmu, maka keinginan akan mendekat.

Jika tidak sebanding, semua hanya akan menjadi impian kosong.

Jadilah orang yang cerdas dalam bersikap terhadap keinginan. Ukur diri sendiri: seberapa besar kemauan yang benar-benar kamu miliki untuk mendapatkan apa yang diinginkan? Dari sanalah kamu akan tahu mana keinginan yang bisa terwujud.

Dan jangan takut jika saat ini kemauanmu masih rendah.
Sikap bisa diubah.
Pribadi bisa diperkuat.

Kerja cerdas.
Kerja keras.
Itulah jalan untuk mendapatkan apa yang diinginkan.


By Anaz Almansour
Motivator Kepribadian

Youtube: Anaz Almansour I Zero Emotion
Fanpage FB: Motivator Super POWER
Twitter: @motivatorsuper
IG: @motivator_kepribadian
LinkedIn: Motivator Kepribadian | Anaz Almansour
Web: www.ekplorasidiri.id